ARTIKEL KAMI
| Penyu Hijau dari Pangumbahan | ||
|
Penyu di tempat ini berjenis penyu hijau (chelonia mydas), termasuk penyu yang dikatagorikan hewan langka. Setiap malam, di sepanjang Pangumbahan sampai dengan Ciwaru adalah pantai tempat penyu ini bertelur. Penyelamatan penyu yang dikelola oleh Departemen Perikanan hanya dari Pangumbahan sampai dengan muara Sungai Cipanarikan. Sedangkan dari muara Sungai Cipanarikan sampai dengan Ciwaru berada dalam pengelolaan Departemen Kehutanan Kabupaten Sukabumi. |
||
|
| BTS Ramah Lingkungan | ||
|
Energi matahari yang ditangkap kamudian disimpan dalam baterai yang akan menjadi sumber energi ketika malam hari atau cuaca berawan. Axis mengklaim bahwa sistemnya tidak bersuara dan tidak mengakibatkan polusi. |
||
|
| Pulau Bangkaru dan Air Mata Penyu Hijau | ||
|
Air mata penyu hijau menetes di sekeliling liang besar, tempat dia meletakkan telur-telurnya. Dengan air matanya itu, sang penyu berharap biawak, pemangsa alami telur penyu yang mengandalkan penciuman, akan kesulitan mencari posisi di mana telur-telur itu diletakkan. Penyu hijau (Chelonia mydas) yang panjangnya sekitar 80 sentimeter itu melangkah pelan meninggalkan Pantai Amandangan di Pulau Bengkaru, dan kembali ke Samudra Hindia. Malam yang dingin dan penuh perjuangan telah usai, dan sepertinya semuanya lancar. |
||
|
| Kado Untuk Bumi | ||
|
Dalam satu tahun yang kita lewati berapa kali kita mengingat hari jadi seseorang? Entah itu teman, keluarga, sahabat, bahkan pacar kita. Selalu terpikir oleh kita untuk memberi sebuah kejutan kecil yang bakal dikenang dan tentunya membuat orang tersebut tersenyum senang. Tidak ada larangan tentunya untuk merayakan hari jadi seseorang. Mulai dari memberi hadiah yang paling diharapkan atau sekedar ceremony untuk memperingati hari jadi seseorang, atau bahkan kita selalu memperingati hari jadi bangsa ini dengan cara yang rutin dan terencana. |
||
|
| Sejarah Hari Bumi | ||
|
Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April, menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan tahun 1970-an. Hari Bumi lahir diprakarsai oleh seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional. |
||
|
| Kertas dari Rumput Laut, Mengapa Tidak? | ||
|
"No more cutting trees for paper, tidak ada lagi penebangan pohon untuk membuat kertas. Kami akan produksi kertas dari rumput laut merah," ujar You Churl H, asal Korea Selatan, dengan mimik muka serius. |
||
|
| Barang Berharga Bernama Sampah | ||
Kalau di kota-kota besar Indonesia pemisahan hanya mengenal dua jenis kategori sampah—sampah basah dan kering, di Jerman, sampah dipisahkan menjadi empat jenis. Maka dari itulah, ada empat boks (bin) sampah di setiap rumah warga. Boks itu ditempatkan di luar rumah. Setiap boks tertutup diberi warna menurut jenis sampah. Biru untuk sampah kertas, coklat untuk sampah organik, abu-abu untuk jenis sampah sisa buangan, dan kuning untuk jenis sampah plastik. Selain itu juga masih ada boks yang terbuat dari stainless steel untuk botol dan kaca. Setiap boks, diangkut terjadwal oleh perusahaan yang ditunjuk pemerintah menangani masalah ini. Misalnya, sampah basah diangkut setiap tiga hari sekali, sampah kertas tiap dua minggu sekali, sampah gelas tiap bulan. Truk-truk pengangkut akan membawa sampah itu ke pusat-pusat pengelolaan semacam komposter, atau pusat-pusat penyortiran yang dikelola perusahaan-perusahaan swasta. Baca selengkapnya di : http://kompas.com |
||
|
| Energi dan Kelestarian Lingkungan Hidup | ||
Masalah lingkungan hidup memang bukan persoalan salah satu negara saja, tetapi sudah menjadi tanggung jawab seluruh bangsa dan negara. Oleh karena itulah berbagai upaya dilakukan orang untuk mencegah tambah rusaknya lingkungan hidup. Seperti dengan diselenggarakannya KTT Bumi, Protocol Kiyoto, dlsb. Bahkan beberapa negara yang masih memanfaatkan bahan bakar fosil, berusaha mengurangi efek rumah kaca dengan menggunakan bahan bakar gas alam yang secara ekonomis sangat kompetitif bila dibandingkan dengan penggunaan minyak bumi atau batubara. Hanya sebenarnya gas alam juga tetap menimbulkan CO2, tetapi lebih sedikit bila dibandingkan dengan penggunaan minyak bumi dan batubara. Di samping itu pun gas alam juga menimbulkan methan selama proses penyediaannya, yang kesemua itu dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Baca selengkapnya di : www.batan.go.id |
||
|
<< Previous Next >>
Content Management Powered by CuteNews








