| |
 |
|
Ekoturisme: Keliling Dunia dengan Pikiran Membumi
|
Saat para wisatawan menjelajah sampai ke pelosok-pelosok dunia, mereka
dihadapkan pada tanggung jawab untuk melindungi lingkungan yang ringkih
yang mereka kunjungi. Gagasan tentang bepergian secara bertanggung
jawab inilah yang dinamakan ekoturisme: bepergian dengan kesadaran
menjaga lingkungan dan kekayaan budaya tempat yang dikujungi. Penolakan
terhadap gagasan wisata ramah lingkungan, sama saja dengan membiarkan
alam hancur tak terkendali.
|
|
|
|
Negeri Kepulauan yang Lupa Jati Dirinya...
|
Kini di dunia hanya dua negara yang menyisakan hamparan hutan terbesar,
yakni Brasil dan Indonesia. Brasil punya hamparan hutan terluas yang
berada di cekungan Amazon, sementara Indonesia di Kalimantan dan Papua.
|
|
|
|
Macan Tanah Pembawa Untung
|
Hampir 8.000 jenis cacing yang hidup di bumi kita. Sekitar 3000
jenis di antaranya hidup di dalam tanah, sisanya hidup di berbagai
tempat, termasuk di dalam perut manusia. Cacing juga cepat berkembang
biak, hanya perlu dua minggu untuk menghasilkan sampai 20 telur
seekornya.
Jenis cacing pembuat kompos dinamai Lumbricus rubellus atau cacing tanah. “Cacing yang paling rakus sama sampah adalah cacing macan (Tiger Worm), nama kerennya Eisenia foetida,”
Baca selengkapnya di : http://kompas.com
|
|
|
|
Pemanfaatan Kawasan Karst Tajur
|
Daerah Leuwi Karet merupakan salah satu kawasan daerah
kapur (karst) terbesar yang berada di Jawa Barat. Mayoritas penduduknya
bertanam singkong di sela-sela kapur. Ada juga yang kadang menanam
kencur dan jahe sebagai tambahan.
|
|
|
|
Sungai Bawah Tanah Terancam
|
Sungai
bawah tanah yang sudah dimanfaatkan untuk air minum tersebut di
antaranya sistem Bribin, Baron, Seropan dan Moraban. Untuk saat ini,
kontinyuitasnya memang belum terasa terganggu. Namun jika penambangan
karst tersebut kian merebak, dan semakin banyak permukaan karst yang
rusak, maka suplai air secara kontinyu mulai terganggu. Padahal rakyat
di Gunungkidul saat ini kebanyakan mengandalkan air hujan yang
datangnya hanya beberapa bulan saja di musim penghujan.
|
|
|
|
Ribuan Gunung Ribuan Artefak : Prasejarah Gunung Seribu (Sewu)
|
Gunung Sewu dikenal sebagai tempat yang secara geologi
dan geografi terpisah dari bagian Pulau Jawa lainnya. Daerah ini terjal
dan memanjang antara Parangtritis dan Pacitan. Di tengah-tengah iklim
yang cukup kering sepanjang tahun, relief bukit-bukit kapur yang
bentuknya tidak seragam dan menghadap ke Lautan Hindia menyediakan
banyak gua, aliran sungai serta rijang. Rijang berkualitas baik ini
dipakai manusia prasejarah untuk membuat berbagai perkakas yang
diperlukan. Gunung Sewu adalah tempat ideal bagi hunian masa lalu,
bukit-bukitnya sangat sering didatangi oleh manusia prasejarah dari
periode manapun.
|
|
|
|
Greenpeace : Batubara "Bersih" Adalah Kebohongan Besar
|
Slogan tentang batubara sebagai sumber energi yang bersih dan murah,
menurut Red Constantio dari organisasi pegiat lingkungan hidup
Greenpeace Internasional, tak lebih dari kebohongan-kebohongan industri
yang sangat memuakkan.
Berbicara dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta, Kamis, ia
mengatakan, "batubara bersih dan murahnya batubara merupakan
kebohongan-kebohongan industri, karena sebenarnya komoditas ini membawa
imbas biaya-biaya yang lebih besar di luar aspek produksi, seperti
polusi, gangguan kesehatan, dan perubahan iklim yang dianggap sebagai
'biaya eksternal' yang ditanggung oleh masyarakat."
Baca selengkapnya di : www.antara.co.id
|
|
|
|
Emas Hitam Kalimantan, Kilau yang MEMBINASAKAN
|
|
Dalam lima tahun terakhir akibat terbukanya pasar batubara yang lebih luas baik pasar domestik maupun pasar luar negeri, aktivitas ekploitasi batubara di Kalsel samakin terus meningkat. Bukan saja ekploitasi yang dilakukan oleh para penambang resmi yang memiliki izin PKP2B maupun izin KP tetapi juga banyak dilakukan oleh para penambang tidak resmi alias penambang liar atau yang biasa disebut sebagai PETI batubara. Lebih parahnya lagi pertambangan illegal (Peti) di Kalimantan Selatan ditangani berdasarkan "kepentingan aparat" dan bahkan cenderung dilegalkan seperti kasus tambang illegal di Tanah Bumbu yang dilegalkan melalui berbagai yayasan dan koperasinya institusi TNI-POLRI. |
|
|
|
PENCINTA ALAMULOGI PASCA PENCINTA ALAMULOGIE (1)*
|
Kemampuan puncak aktualisasi diri Gie terpatri dalam penciptaan atau penemuan dua kata yang terdiri dari 'Pencinta' dan 'Alam. Inilah yang kemudian menjadi suatu kombinasi dwi tunggal kosa kata. Kini 'Pencinta Alam', sudah menjadi kosa kata baku yang juga sudah menjadi suatu 'entry' untuk Kamus Besar Bahasa Indonesia. Istilah "Pencinta Alam" yang disusunnya, bisa jadi merupakan penemuan kosa kata yang terbesar, terpopuler dan paling terkagumi selama 40 tahun (1964-2005) terakhir ini. Penemuan sebuah kosa kata itu, hingga kini belum bisa tersaingi oleh para pakar bahasa sekalipun. Sampai sekarang belum pernah ada pakar Bahasa Indonesia, yang pernah menciptakan sebuah kosa kata yang gaungnya melebihi daripada apa yang diciptakan Gie. Kosa kata itu kini masih menjadi suatu 'lifestyle'bagi anak muda yang sering melakukan aktivis 'luar ruang' seperti mendaki gunung, jelajah rimba, susur gua, panjat tebing, arung sungai laut dan sebagainya.
|
|
|
|
TWKM Mau Dibawa ke Mana
|
|
Segini aja dulu unek² dari saya. Ini semua bukan untuk menjatuhkan atau bahkan menggagalkan TWKM, anggap aja kritikan. Semoga TWKM XVIII bisa menghasilkan sebuah pemikiran yang progresif revolusioner ke pemerintah, untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Dan semoga TWKM² berikutnya tidak menjadi ajang latihan, ajang hura², dan ajang mabok²an lagi. Mari kita sama² buktikan diri sebagai agent of change di mata rakyat!! |
|
|
<< Previous 1 2 3 Next >> |
| |
|
| |
|
 |
|