| |
 |
|
Dokter Gunung Indonesia yang Prihatin
|
"kita boleh nyasar, sebab dengan tersesat akan menambah pengalaman. Lalu, menembus jalan sesat itu harus dilakukan, sebab kita mempunyai pengetahuan dan keterampilan. Namun, mati jangan sampai, sebelum kita memanfaatkan akal pengetahuan dan keterampilan kita. Jadi, begitu hilang, pendaki gunung seharusnya memieliki tekad dasar berupa kemauan untuk hidup, bukan sekadar tekad bagaimana meloloskan diri dari lubang ketersesatan,"...
Ini sebuah pengalaman berharga yang harus kita jadikan acuan dalam pendakian. Kadang kita merasa jenuh dan jengkel bila ada orang yang selalu mengingatkan kita tentang safety prosedure, sehingga kita menganggapnya cerewet, sok tahu dll. Padahal sebenarnya apa yg mereka ingatkan itu memang benar adanya. Hanya saja rasa sombong dan percaya diri yg berlebihan yg membuat kita merasa sudah mampu dan kuat untuk melakukannya sendiri. |
|
|
|
Mencari Nafkah Lewat Kepedulian
|
Kita patut bangga, sekaligus malu, karena masih ada orang seperti Ujang yang peduli terhadap lingkungan di sela tuntutan hidup yang begitu tinggi. Bagi Ujang, itu semua dibuktikan dengan dukungannya terhadap program-program lingkungan yang bertujuan menyadarkan semua lapisan masyarakat akan pentingnya lingkungan yang sehat dan bersih. Matahari masih bersembunyi di balik awan yang terus menitikkan air mata, mengiringi langkah Ujang dengan gerobak sampahnya. Satu hari telah dilalui, terlihat gurat di wajahnya ketika tersenyum, bergegas pulang kembali ke keluarga yang telah menunggu. Baca selengkapnya di : Kompas Online |
|
|
|
Pendekar Kali Pesanggrahan
|
Sejarah Jakarta mengenal berbagai sosok pendekar sebagai pejuang penegak keadilan yang berupaya membebaskan tanah air dari cengkeraman kuku penjajahan. Sifat satria mereka merupakan inspirasi bagi masyarakat kala itu. Kini, meski bangsa kita tak lagi dijajah Bangsa asing, ternyata masih ada sosok pendekar yang patut dijadikan teladan. Tentu tindakannya tidak lagi sama seperti di jaman dulu. Namun garis perjuangannya yang menegakkan keadilan dan mengupayakan kesejahteraan rakyat masih sama. Salah satunya adalah Bang Idin, pendekar dari Kali Pesanggrahan.
|
|
|
|
HJC Princen, Haji Belanda Pejuang HAM
|
|
Hidup penuh pilihan. Poncke, sapaan Princen, seorang serdadi kerajaan Belanda memilih bergabung dengan RI. Bersama Divisi Siliwangi pada 1948 long march ke Jawa Barat. Dan samapai akhir hidupnya Poncke tetap memilih berada di pihak yang kalah. |
|
|
|
Petualang Si 'Jejak Petualang'
|
|
Wajah Ryani Djangkaru pasti sudah tak asing lagi, apalagi bagi pemirsa fanatik acara Jejak Petualang (JP) yang tayang di TV7. Dari postur tubuh awalnya mungkin banyak meragukan gadis satu ini seorang peyualang. Tapi jangan ditanya sudah berapa gunung yang didaki, puluhan sung dan hutan telah pula ditelusurinya. "Mungkin karena saya dasarnya suka traveling, jadi nggak terlalu kaget juga dengan format acara petualang seperti inl. Bedanya, kalau dulu saya harus nabung dulu baru bisa traveling, sekarang hobi itu sudah jadi pekejaan dan pas ada tanggung jawabnya," ujar Riyani ya kelahiran Bogor 31 Januari 1980. |
|
|
|
Ansel Adams - Mengangkat Fotografi ke Jenjang Tertinggi
|
Berapa harga selembar foto? Kalau Anda ke Pasar Baru, Jakarta,
harga selembar foto bintang F4 (F she) ukuran kartu pos adalah lima Rp
5.000. Ini mahal sekali sebab, selain itu semata foto repro alias
bajakan, ongkos cetak selembar kartu pos berwarna sebenarnya hanya Rp
1.000. Namun, bagaimana kalau ada foto yang harganya selembar sekitar
Rp 300 juta?
|
|
|
|
Lord Baden Powell - Mengubah Dunia Melalui Generasi Muda
|
|
Dilahirkan tanggal 22 Februari 1857, Robert Baden-Powell merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara (sepuluh bila tiga orang saudaranya yang meninggal ketika bayi dihitung). Masa kecilnya dihabiskan dengan banyak bermain di hutan kecil di samping sekolahnya. Powell terkenal sebagai anak yang serba bisa. Selain keterampilannya pada aktivitas outdoor, Powell juga piawai dalam hal melukis, melawak, menyanyi, dan menjadi aktor drama. Tetapi, Powell memang pada dasarnya jauh lebih suka aktivitas outdoor ketimbang belajar dalam kelas. Ia akhirnya gagal masuk perguruan tinggi bergengsi Universitas Oxford, dan sebaliknya berhasil cemerlang masuk dalam jajaran militer. |
|
|
|
Ully Sigar Rusady - Penyanyi Sekaligus Aktivis lingkungan
|
Siapa yang tidak mengenal penyanyi konservasi alam kondang, Ully Sigar Rusady, yang kini lebih suka dipanggil Ully 'Hary' Sigar Rusady. Hary adalah nama sang suami yang sejak sebelum menikah sudah akrab dan sama-sama “gila” naik turun gunung dan keluar masuk hutan rimba di hampir seluruh kepulauan Nusantara. Peraih penghargaan Kalpataru pada tahun 2001 lalu ini, sepertinya memiliki magma tersendiri dalam upaya pemberdayaan lingkungan. Lama tak muncul di blantika musik Indonesia, benarkah Ully kini telah berpaling dari dunia menyanyi?
|
|
|
|
Soe Hok Gie
|
 Enam belas Desember 30 tahun lalu, Soe Hok Gie, tokoh mahasiswa dan pemuda, meninggal dunia di puncak G. Semeru, bersama Idhan Dhanvantari Lubis. Sosok dan sikapnya sebagai pemikir, penulis, juga aktivis yang berani, coba ditampilkan Rudy Badil, yang mewakili rekan lainnya, Aristides (Tides) Katoppo, Wiwiek A. Wiyana, A. Rachman (Maman), Herman O. Lantang dan almarhum Freddy Lasut. |
10 Oct 2005 by diamenyerah
|
|
|
|
In Memoriam Norman Edwin 1955 - 1992
|
|
Norman Edwin sosok pecinta olahraga petualang yg pernah ada di Indonesia, di kenal sebagai pribadi yg pemberani dan suka menolong oleh keluarga dan teman-temannya |
|
|
|
| |
|
| |
|
 |
|